Jika hal demikian terjadi, dia memastikan bahwa kemungkinan besar merupakan penipuan.
Dengan tegas, Chandra tidak terima jika disebut bahwa sistem keamanan BRI bocor dan mampu diretas oleh orang tak dikenal.
"Mereka bisa mengajak nasabah bertindak sendiri, jadi intinya yang melakukan nasabah itu sendiri kayak tadi mengiyakan OTP itu," tegas Chandra.
Disamping itu, Chandra mengatakan, apabila kode OTP-BRI yang diterima nasabah atas nama Hobaybullah itu bukan lah dari BRI yang asli. Melainkan, tindakan yang dilakukan oleh peretas jaringan (hacker).
"Iya itu kan tulisannya saja Mas," kata Chandra, saat media menunjukkan bukti kode OTP-BRI yang diterima korban.