Dengan demikian, kata dia, angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Sumenep akan mengalami pengurangan.
“Pengangguran sangat tinggi, sehingga penyakit tuna sosial juga cukup banyak di Sumenep,” kata dia menerangkan.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinsos Sumenep, Fajarisman menjelaskan, dengan adanya wabah Covid-19 sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, termasuk angka kemiskinan di Sumenep yang cukup tinggi.
“Sehingga masih dijumpai warga yang berkeliaran mencari sumber penghasilan dengan cara mengemis, tetapi aktornya berbeda dengan yang ditemui sebelumnya,” ujarnya.