Menurutnya, persoalan Gepeng belum bisa terselesaikan. Dia mengatakan, bahwa banyaknya Gepeng di Sumenep memang menjadi masalah.

"Bukan hanya Sumenep, tapi juga secara nasional," kata Fajarisman, Minggu (26/12).

Dia menjelaskan, jumlah Gepeng yang direhabilitasi berkurang dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, jumlah Gepeng berjumy 85 orang, sedangkan pada tahun 2020 hanya terdapat 28 orang.

Menurunnya angka Gepeng di Sumenep disebabkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama pendemi Covid-19.

Pihaknya mengaku telah melakukan beberapa upaya bagaimana angka Gepeng terus menurun hingga tidak ada.