Lebih lanjut Syauqi mengatakan, sungguh wakil rakyat yang keparat dan bangsat, karena selama dua hari ini, sebut Syauqi, mereka (anggota DPRD Pamekasan, red) tidak nampak batang giginya, apalagi orangnya.
"Kami yakin dan jelas bahwa mereka tidak berani terlebih ketua DPRD kabupaten Pamekasan untuk menemui kami, dikarenakan hawatir dan takut dipermalukan di depan umum," lanjutnya.
Sebenarnya tuntutannya pihaknya, papar Syauqi, sangat sederhana dan simpel serta tidak sulit. Cuma kenapa, kata dia, mereka sampai sedemikian rupanya ngumpet dan ketakutannya?.
"Hal itu juga saya sampaikan kepada Pak Masrukin selaku Sekwan, saya yakin hasil rekomendasi Interpelasi Mobil Sigap itu tidak ada dan cuma akal-akalan dia saja yang bilang kalau berkas rekomendasinya masih keselip," ungkapnya.