"Kalau yang belum ada (Mesin cetak, red), kita akan adakan pengadaan setiap tahun, jadi tidak bisa secara keseluruhan. Tahun depan kita akan nambah kurang lebih 6 buah. Karena kita dibatasi oleh anggaran. Maka setiap tahun kita adakan sampai semua bisa lengkap," tuturnya.

Soal program jemput bola itu, Syahwan mengaku, akan mendahulukan wilayah mana yang penduduknya banyak belum melakukan perekaman E-KTP.

"Progam ini tidak lain ditujukan kepada masyarakat belum melakukan perekaman, khususnya para pelajar. Jika di suatu desa atau Kecamatan yang minus punya E-KTP, kita pasti prioritaskan," akuinya.

Untuk diketahui, guna meli percepatan perekaman E-KTP bagi masyarakat khususnya pelajar, Dispendukcapil Sumenep akan melakukan sistem jemput bola ke masing-masing desa dan sekolah.