Seharusnya Bupati itu mendorong ASPRI-nya tersebut untuk membenahi desa, bukan malah untuk tidak masuk dan tidak memberikan pendampingan ke desa, apalagi pencitraan seperti dirinya (Bupati Pamekasan, red), kata Marhaen (akrab disapa). Dan buat Abdul Muin sendiri sebagai ASPRI seharusnya dapat memberi contoh yang baik kepada PD yang lain.

"Kejadian ini sangat memalukan, dan menambah citra buruk Pamekasan. Maka saya harap agar Bupati sejuta penghargaan itu dapat bertindak untuk menyelesaikan fenomena tidak biasa ini. Dan kalau boleh saya minta tolong, tolonglah bau busuk ASPRI-nya itu ditindak atau dibuang saja," pinta Ketua FAMAS (Front Massa Aksi) tersebut.

Sementara itu, lima Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Pamekasan senada mengatakan, bahkan menegaskan kalau Pendamping Desa bernama Abdul Muin itu sama sekali tidak pernah melakukan pendampingan di desanya.