“Karena itu, selain kritis, profesional, dan independen, perlu juga bagi jurnalis untuk memiliki keterampilan-keterampilan memetakan potensi-potensi bahaya yang mereka hadapi ketika melakukan kerja-kerja jurnalistik, dan bagaimana cara menghadapinya. Keterampilan itu yang belakangan ini dilatihkan terus oleh AJI,” sambungnya.
Terkait nobar dan diskusi film tersebut, Eben mengapresiasi antusiasme jurnalis dan mahasiswa yang hadir sebagai peserta. Dia pun berjanji AJI akan terus hadir di Madura Raya untuk mengampanyekan nilai-nilai jurnalisme yang independen, profesional, dan beretika.
“Kami akan upayakan agar di Madura ini akan ada kegiatan-kegiatan rutin yang dapat meningkatkan kompetensi jurnalis,” ujarnya.
Komitmen itu selaras dengan harapan salah satu peserta, Mamak, dari Aliansi Jurnalis Sampang (AJS). Ia menyebut bahwa kehidupan pers di Madura Raya sangat dinamis. Ia mengakui bahwa pegiat jurnalis perlu mendapatkan peningkatan kompetensi dan pemahaman untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas.