Pihaknya mengungkapkan, komoditas pisang Cavendish memiliki potensi yang mumpuni, baik secara pembudidayaan yang sangat mudah serta peminatnya juga banyak.
“Kabupaten Sumenep memang sangat cocok untuk pengembangan pisang Cavendish. Jadi melalui pelatihan itu, hendaknya para santri juga bisa menjadi pembudidaya pisang tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, para peserta sangat antusias saat mengikuti pelatihan, sehingga sangat berpeluang untuk pembudidayaan pisang di Kabupaten Sumenep.
“Peserta pelatihan itu berjumlah 60 orang yang pembekalan materinya dibagi 2 sesi, yakni sesi pertama sebanyak 30 peserta dan sesi kedua sebanyak 30 peserta,” ucap Arif, saat mengisi materi pelatihan.