Sayangnya lagi lanjut dia, Inspirator kegiatan itu adalah tokoh-tokoh agama setempat. Mereka menggiring masyarakat dengan dalih keagamaan seolah Corona itu tidak ada, yang ada hanyalah penyakit tha'on, kata dia, yang diekspresikan sebagai ulah jin/setan atau penyakit supranatural.
"Saya mendengar sendiri seorang ustadz di Pamekasan, sungguh sangat disayangkan adanya penggiringan persepsi semacam itu," lanjutnya.
Ia juga menyebutkan, untuk mengusir tha'on maka harus dilakukan ritual-ritual yang salah satunya pawai obor.
"Aduhhh...ini jelas pembodohan," sebutnya.