Menurutnya, kegiatan PLP sudah dilaksanakan dengan maksimal. Soal pembiayaan, kata dia, tentu melihat kondisi pandemi Covid-19. Pihaknya menepis, jika ada pemotongan dalam hal registrasi.

"Kita ikhtiarkan untuk memaksimalkan pelayanan pembiayaan di masa pandemi Covid-19. Jika dibandingkan dengan kondisi normal, kita sudah di bawah kondisi pembiayaan normal. Semua pembiayaan kita lakukan secara maksimal," tuturnya.

"Tentang pemotongan KIP itu, mahasiswa barangkali belum memahami secara betul. Sebab hal itu telah diatur dalam pedoman bidik misi atau KIP sudah sesuai dengan koridor," tambahnya.

Asmoni menerangkan, pembiayaan KIP atau bidik misi dari Kementrian ada dua jenis. Pertama diperuntukkan untuk lembaga, dan kedua untuk mahasiswa. Selain tidak ada pemotongan, lanjutnya, bidik misi maupun KIP langsung masing ke rekening penerima.