"Saya mengapresiasi BEM STKIP PGRI Sumenep telah melaksanakan konsolidasi mahasiswa. Saat kita nanti jadi Universitas, pastinya ada pola pikir yang berubah. Bisa BEM-nya nanti strukturalnya berubah, termasuk struktural organisasi kampus itu sendiri yang harus kita sesuaikan," kata Asmoni.

Asmoni mengingatkan, jika mahasiswa hendak menyampaikan aspirasi, alangkah baiknya terlebih dahulu melakukan audiensi dengan pihak kampus. Pasalnya, jika aksi demonstrasi demikian terjadi, maka nama baik kampus akan tercoreng. Apalagi, menurutnya, saat ini kampus STKIP PGRI Sumenep tengah menuju Universitas.

"Seharusnya, jika ada yang ingin disampaikan harus melakukan audiensi terlebih dahulu, sebelum ada aksi, tentu nantinya dari kita pasti ada edukasi. Kami sangat menyayangkan itu," imbaunya.

Asmoni memaparkan, aksi mahasiswa beberapa hari lalu itu yakni menyoalkan tentang transparasi kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), dan her-registrasi yang disinyalir ada pemotongan dan tidak transparan.

"Perlu saya luruskan, bahwa kegiatan yang diatur dalam pedoman bidik misi mahasiswa angkatan tahun 2019 maupun pengelolaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa angkatan tahun 2020 bisa dicermati bersama," katanya.