Menurut mereka, Bupati itu bukanlah Dewa yang selalu benar dan sedangkan masyarakat dan ASN itu bukanlah Kerbau yang selalu salah.
"Dan kalaupun Bupati Pamekasan tidak bisa menemui kami, minimal bisa dihubungi melalui video call, sehingga harapan dan aspirasi kami langsung tersampaikan," ucap Abdus Marhaen Salam.
Diketahui, dalam demo tersebut sempat terjadi diskusi yang cukup alot antara pihak Kepolisian, karena peserta aksi sempat kecewa karena Bupati tidak menemukannya. Akan tetapi akhirnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Totok Hartono lah yang menemui massa aksi.
Kemudian, peserta aksi meminta kepada Sekda agar aksinya tersebut dijadwal ulang supaya tujuan aksinya tersebut bisa melakukan klarifikasi langsung dan terbuka prihal wacana Bupati yang telah berencana menghapus TPP tersebut.
Sementara itu, kepada peserta aksi Sekda Pamekasan Totok Hartono menerima dan mengiyakan terhadap apa yang diminta oleh pendemo.