SUMENEP, MaduraPost - Wacana penolakan rencana tambang fosfat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus ramai diperbincangkan di kalangan sejumlah kiai dan tokoh masyarakat.
Salah satunya suara penolakan terpusat paling banyak di Kecamatan Ganding. Para kiai dan sejumlah tokoh masyarakat lantang bersuara soal tolak pertambangan fosfat.
Dalam acara pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Najah Daerah Tengah, Desa Gaddu Timur, Kecamatan Ganding, pengasuh Ponpes Darun Najah, KH Hafid Sulaiman mengatakan, dalam rangka menyikapi terhadap wacana penambangan fosfat di Sumenep, seharusnya ulama dan umara menjalin sinergi yang baik.
"Hari ini, kami berkumpul untuk membicarakan tentang penambangan fosfat, karena kami tidak ingin ada kerusakan lingkungan akibat penambangan tersebut," tutur dia, Kamis (25/3).
Suara lain juga dilontarkan KH. Helmi, salah satu ulama asal Kecamatan Ganding. Dirinya menegaskan bahwa dalam pertemuan Forum Sumenep Hijau (FMS) di Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, sebenarnya telah disepakati penolakan penambangan fosfat tersebut.