"Kami menduga BPBD Kabupaten Pamekasan meraup keuntungan yang sangat besar, karena pada pengadaan tandon air cuci tangan sebanyak 1550 unit dengan harga per unitnya sebesar Rp 2.600.000 dengan ukuran 700 mili liter itu sangat tidak sesuai dengan harga yang ada di pasaran," pungkasnya.

Phaknya sangat kecewa karena dalam aksinnya itu Kepala BPBD tidak menemuinya.

"Kami sangat kecewa karena katanya Kepala BPBD tidak ada ditempat, masak kami hanya ditemui oleh sekretarisnya yang tidak tahu-menahu terkait realisasi dan mekanisme anggaran itu," kesalnya.

Bara Bawaid juga menegaskan, kalau temuannya tersebut akan dia bawa ke Kejari Kabupaten Pamekasan.