Ia menilai, dalam program yang menyangkut asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, pengawasan dan transparansi menjadi hal mutlak.

"Lalu kemana peran media dan aktivis LSM, yang sejatinya punya peran mengontrol," ungkapnya.

Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi, kata dia, tidak boleh hanya berhenti pada distribusi semata, tetapi juga harus memperhatikan mutu dan standar kandungan nutrisi.

Tak hanya soal menu, Humaidi juga menyinggung aspek tata kelola internal SPPG. Ia mengkritisi proses rekrutmen atau seleksi karyawan yang disebutnya terkesan formalitas.