Kemudian disusul oleh Nurul Ahmad Dian senilai Rp16 miliar, Achmad Tatang Rp13 miliar dan Al-Anwari Rp8 miliar.

Sebelumnya, dua anggota DPRD Pamekasan, dari Fraksi Partai Demokrat Deajeng Pangestu dan Fraksi Bintang Perindo Sulhan diduga bolos ngantor, seiiring kabar yang berhembus mereka jarang muncul sejak terpilih jadi wakil rakyat 2019-2024.

Informasi bolosnya dua politisi ini dibenarkan oleh anggota lain dalam rekan kerjanya. Akan tetapi, mereka tidak mengurus lebih jauh meski jarang ngantor.

"Jarang memang (Deajang Pangestu dan Sulhan), mungkin lagi sibuk ngurus konstitutennya di bawah, coba tanya ke sekwan," kata salah seorang anggota DPRD lain yang meminta namanya disamarkan dikutip dari SURABAYA INSIDER.