Dalam laporannya, Rosi turut melampirkan pemberitaan media dan keterangan pengrajin sebagai bukti awal. Ia mendesak Satreskrim Polres Sampang bekerja profesional, transparan, dan tidak tunduk pada tekanan kepentingan mana pun.
Menurutnya, patung karapan sapi bukan hanya proyek fisik, melainkan representasi identitas budaya Madura yang seharusnya dibangun dengan integritas.
“Jika benar ada praktik mark up, masyarakat berhak mengetahui siapa yang bermain dan ke mana aliran dananya,” ujar Rosi.
Ia berharap Hakordia tidak berhenti sebagai slogan tahunan, tetapi menjadi pintu masuk bagi aparat untuk menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas praktik koruptif di Sampang.