“Sekarang sudah jam pulang, mungkin Senin bisa dicek,” katanya dikutip dari mediamadura.com
Penelusuran Tim MaduraPost, PT Sahabat Digital Kreatif merupakan tim leader salah satu media yang beralamat di Kabupaten Sampang. Jurnalis MaduraPost mencoba menghubungi nomor kontak di box redaksi media tersebut untuk mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam proyek ini. Namun hingga berita ini diturunkan, nomer yang ada di box redaksi tersebut tidak bisa dihubungi.
Di sisi lain, sejumlah kepala desa yang enggan disebut namanya mengaku hanya “menjalankan instruksi” dari atas.
“Sudah diarahkan untuk ambil ke situ. Kami tidak tahu apa-apa soal perusahaannya,” ujar seorang kepala desa di wilayah Sampang utara.
Seorang pengamat kebijakan publik dari UNIBA Madura menyebut kasus ini sebagai contoh lemahnya pengawasan terhadap program digitalisasi desa.
“Smart Village itu idenya bagus, tapi kalau dikerjakan tanpa transparansi dan akuntabilitas, hasilnya hanya proyek tempelan,” ujarnya.
Kini, sorotan publik tertuju pada DPMD Sampang: apakah penunjukan vendor media ini sekadar kekeliruan administratif atau justru bagian dari skema proyek yang sudah dikondisikan?