Fahri, 17 tahun, salah satu atlet muda FPTI, tersenyum saat ditanya kenapa masih mau latihan.
“Karena saya suka. Dan saya ingin juara,” katanya polos.
Saat ia menggenggam batu pijakan di dinding tebing itu, mungkin ia tak tahu betapa rapuhnya besi di belakangnya. Tapi ia percaya pada pelatihnya. Pada teman-temannya. Dan mungkin, pada pemerintah yang suatu hari akan mendengar.
“Paling tidak, tolong dengarkan kami. Kami hanya ingin tempat yang aman untuk bermimpi,” ucap Ardi, matanya mengarah ke atas dinding yang mulai mengelupas.