Sementara itu, Camat Banyuates, Fajar Sidiq, membenarkan adanya pertemuan antara dirinya dan DPMD Sampang di Surabaya. Namun ia menyebut kegiatan tersebut bukan agenda resmi pemerintah, melainkan pelatihan peningkatan kapasitas bagi Penjabat (Pj) Kepala Desa.
“Memang ada pelatihan, tapi sifatnya informal, untuk peningkatan kinerja Pj Kades,” jelas Fajar, yang merupakan alumni IPDN.
Saat ditanya mengapa perangkat desa resmi tidak dilibatkan, Fajar menyatakan hal tersebut merupakan keputusan masing-masing Pj Kades.
“Itu tergantung pada kebijakan Pj Kades. Mungkin mereka membawa tim sendiri,” ujarnya singkat.
Fajar juga memastikan bahwa secara administratif belum ada pergantian perangkat desa, termasuk bendahara maupun operator, kecuali dalam kondisi khusus seperti meninggal dunia, tidak aktif, lanjut usia, atau mengundurkan diri.
Informasi yang dihimpun media menyebutkan bahwa peserta pelatihan di Surabaya adalah individu yang mengaku sebagai bendahara dan operator desa dari beberapa desa di Banyuates, namun tidak memiliki SK resmi dari pemerintah.