Tidak lama kemudian proyek ini diperiksa oleh Polda Jatim, ia mengaku sempat dimintai uang sebesar Rp 20 juta.
Baca Juga:Belum Terima Pagu Anggaran, 180 Desa di Sampang Terancam Lambat Realisasi Penyaluran DD dan ADD
"Setelah diperiksa oleh Polda Jatim, saya dimintai uang oleh salah satu perwakilan sebesar Rp 20 juta. Ya saya bayar, bahkan waktu itu bersama dua teman tokoh yang juga pelaksana proyek lapen yang masing-masing titik sebesar Rp 900 juta lebih," terangnya kepada media ini.