Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin saat menemui para massa aksi mengatakan dirinya akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut terhadap pemerintah pusat.
“Kami berjanji akan menyampaikan aspirasi alumni santri di Madura ke pemerintah pusat, nanti kalau ada perwakilan ayo ikut ke Jakarta,” tegasnya.
Sementara itu Ketua DPRD Pamekasan Halili sangat mengapresiasi aksi damai tentang penolakan legalisasi peraturan tentang pemberian alat kontrasepsi terhadap para pelajar. Dirinya juga komitmen untuk mengawal aspiraso masyarak hingga ke DPR RI.
"Kami dan teman-teman DPRD Pamekasan ini akan selalu merespon, mendukung bahkan menindaklanjuti kepada siapa akan yang dituju," ungkapnya.
Halili juga menentang dengan keras tentang peraturan pemerintah tersebut. Menurutnya hal tersebut sangat menciderai syariat agama islam.
"Kami juga punya anak yang masih muda, jadi kami sangat khawatir dengan peraturan tersebut," pungkasnya.