Demikian itu disebabkan proses perencanaan dari dinas PUPR yang tidak matang dan kontruksi yang hanya asal jadi.
Akibatnya, Proyek Kebanggaan Bupati tersebut tidak tahan lama, bahkan sudah banyak bagian yang sudah hancur sebelum satu tahun.
Baca Juga:Akan Diekspor ke Belanda, Bawang Goreng Varietas Rubaru Jadi Primadona Asosiasi Pengusaha Indonesia
Lebih parah lagi, Pemerintah atau dinas PUPR justru diam melihat kondisi jalan yang hancur disaat masih dalam masa pemeliharaan.
Menurut Muhammad warga desa Bujur Barat, Proyek Pembangunan Jalan Pegantenan - Bujur Barat adalah kado buruk Bupati Baddrut Tamam untuk masyarakat Bujur.