PAMEKASAN, MaduraPost - Sosok RKH Muhammad Bakir Hasan, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Al-Islami merupakan salah satu ulama muda di Kabupaten Pamekasan yang namanya tidak diragukan lagi dalam kancah politik di bumi gerbang salam.
Nama Ra Bakir Hasan mulai dikenal dalam dunia politik di Kabupaten Pamekasan setelah berhasil mengantarkan Baddrut Tamam menjadi Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan pada Pilkada 2018.
Akan tetapi, dibalik kesuksesan Ra Bakir Hasan mengantarkan Baddrut Taman menjadi orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan, Terdapat tanggung jawab moral yang harus dipikul Ra Bakir Hasan karena gagalnya Baddrut Tamam merealisasikan janji manis Politik yang di kampanyekan bersama Ra Bakir.
Menurut salah satu Kepala Desa yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa ada dosa politik yang harus ditebus Ra Bakir Hasan karena gagalnya Baddrut Tamam dalam merealisasikan janji politik yang ditanda tangani bersama para alim dan ulama pendukung Pasangan Berbaur.
"Saya ingat betul bagaimana Baddrut Tamam jualan tanda tangan kotrak politik dengan masyarakat pada pemilukada 2018, ada tanda tangan para ulama dan Baddrut Tamam, yang hingga saat ini belum ada satupun dalam kontrak tersebut yang direalisasikan," Jelas MS (Inisial Kades di Pamekasan).