"Saya tanya kepada dewan juri, kenapa Ainur Ridho diganti, Ternyata dewan juri juga bilang tidak tahu dan yang merubah adalah panitia tanpa pemberitahuan kepada dewan juri," Lanjut Abu Bakar.
Indikasi kecurangan tersebut juga menuai reaksi keras dari Jauhari selaku tokoh blatir kecamatan Pakong. Menurutnya, Kecurangan Pamekasan" class="inline-tag-link">Panitia Pamekasan" class="inline-tag-link">MTQ XXX Pamekasan adalah kedholiman yang mengatasnamakan Al-Qur'an.
"Ini adalah kedholiman panitia, untuk apa ada dewan juri, kalau nilai yang diberikan dewan juri diabaikan oleh Panitia," Jelas Jauhari. Kamis (15/09/22).
Jauhari meminta agar Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan melakukan koreksi ulang atas penyelenggaraan MTQ XXX tahun 2022 di Kabupaten Pamekasan. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga reputasi pamekasan pada ajang MTQ Jawa Timur.
"Kalau caranya Panitia di Pamekasan seperti ini, Maka mustahil, delegasi Pamekasan akan jadi juara pada ajang MTQ Jawa Timur," Tegas Jauhari.