Dia menyebutkan, pada tahun 2020 kasus dugaan bocornya data warga Indonesia sudah ramai dalam pemberitaan. Penjualan 463 ribu data NIK, NPWP, nomor rekening dan rekam medis sudah menjadi atensi pemerintah.
"297 juta data NIK, nomor telepon, hingga e-mail bocor. Kemudian ada juga 1.3 milyar serangan cyber pada tahun 2021 dan 3.180 phishing di awal tahun 2022
Lembaga Keuangan menjadi sasaran utama," kata pemateri pertama memaparkan pada kesempatan itu.
Sementara, laporan kasus hacking pada 2020 turun 87.8 persen. Menurutnya hal ini wajib diwaspadai dan diperhatikan oleh warga Indonesia, bagaimana bahayanya spamming, hacking, phishing dan penipuan online.
Terpisah, narasumber kedua, yakni Salman Alfarizi, selaku Akademisi dan Praktisi Media Sosial menuturkan kiat-kiat agar bijak dalam ber-media sosial.