PAMEKASAN, MaduraPost - Proyek rehabilitasi gedung Puskesmas Pasean Pamekasan, yang terletak di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, telah memasuki tahap pengerjaan awal. Namun, pengerjaan proyek ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat akibat kurangnya transparansi publik dalam pelaksanaannya.

Proyek ini, yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp 1.167.890.000,00 dengan harga terkoreksi 932.375.736,15 dikerjakan oleh CV Dua Putra yang beralamat di Desa Branta Pasisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Dengan tujuan untuk memulihkan dan memodernisasi gedung Puskesmas Pasean, proyek ini seharusnya menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Namun, warga sekitar mulai mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek ini. Salah satu hal yang menonjol adalah ketiadaan papan informasi proyek di lokasi, yang seharusnya memberikan informasi mengenai detail proyek, anggaran, tahapan pengerjaan, dan kontak yang dapat dihubungi untuk pertanyaan lebih lanjut. Hal ini menimbulkan keprihatinan bahwa proses pengerjaan mungkin tidak sepenuhnya terbuka bagi publik.

H. Zainal Fatah, seorang warga, menyatakan keprihatinannya terkait kurangnya transparansi ini.

"Kami tentu ingin tahu bagaimana progres proyek ini. Papan informasi adalah cara yang baik untuk melibatkan warga dan memastikan bahwa dana yang dialokasikan digunakan dengan benar," ujarnya.