“Sebanyak 28 ekor sapi yang bergejala PMK ini, di antaranya sebanyak 20 ekor mulai membaik, dan kami terus melakukan penanganan medis agar sapi itu sehat kembali,” kata Arif.
Menurutnya, dengan adanya sapi positif yang bergejala PMK, tentu telah masuk dan dinyatakan sebagai wilayah yang tertular virus tersebut.
Sebab itu, kata Arif, harus dilaksanakan tindakan pengendalian dan penanggulangan penyakit.
Antara lain, menyediakan obat-obatan pada hewan ternak, mengurangi potensi panic selling dan pengusulan penetapan status tertular penyakit PMK pada Kecamatan yang terjadi kasus tersebut.