“Termasuk warisan budaya dan tradisi yang lahir dan berkembang di lingkungan keraton dan masyarakat Kabupaten Sumenep ini,” kata dia menuturkan.

Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah melakukan ikhtiar dalam melestarikan keris sejak tahun 2014 lalu.

Kemudian mendeklarasikan diri sebagai Kota Keris yang diakui UNESCO sebagai daerah pemilik pengrajin keris terbanyak di dunia mencapai 650 orang.

“Selain itu pada tahun 2018, Pemkab Sumenep juga menetapkan Desa Aeng Tong-tong sebagai desa keris dan desa yang memiliki pengrajin keris terbanyak. Termasuk melaksanakan jamasan pusaka keraton serta menggelar pameran keris nusantara pada tahun 2019 lalu,” ungkapnya.