Akhirnya, massa aksi kompak menarik pagar besi dan gerbang Kantor DPRD Sumenep hingga roboh. Beruntung aksi brutal tersebut cepat redam, saat massa aksi masuk secara paksa.
Aparat kepolisian akhirnya memberikan izin mahasiswa untuk masuk ke halaman kantor DPRD Sumenep dengan tertib.
Baca Juga:Wabup Sumenep Apresiasi Pembaruan JConnect Mobile, Bank Jatim Dinilai Permudah Layanan Nasabah
Diketahui, aksi mahasiswa 11 April ini tidak jauh beda dengan tuntun aksi mahasiswa di Jakarta. Yakni, menyoal wacana Presiden Jokowi tiga periode, menolak kenaikan BBM dan kelangkaan minyak goreng.