"Saya anggap sebagai gerakan sedia payung sebelum hujan, kita sangat khawatir menanggung malu ketika nantinya setelah Fattah Jasin dilantik menjadi Wabup Pamekasan harus ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap oleh KPK," pungkasnya.
Sementara Ja'i (akrab disapa) selaku Ketua BMM menegaskan, kalau Pilwabup Pamekasan saat ini tidak lebih dari sekedar tontonan politik murah yang dikemas seolah seorang imigran politik ingin mengabdi untuk Kabupaten Pamekasan.
Padahal, kata Ja'i yang terjadi sebenarnya adalah para partai koalisi, yakni PKB, PAN, Gerindra dan PKS ingin mengkonfirmasi pada masyarakat kalau kader-kader partainya tidak punya kemampuan dalam menjalankan pemerintahan.
"Para partai koalisi di Pamekasan ini sedang berada pada fase krisis kader pemimpin sehingga untuk merekomendasi seorang Wabup saja harus import dari kabupaten lain (Fattah Jasin, red) yang mana orang itu merupakan orang yg pernah gagal dalam kontestasi Pilbup di daerahnya sendiri (Sumenep)," ujarnya.