"Saya berencana merantai anak ini. Semua keluarga di rumah sudah sepakat sebelumnya," bebernya.
Ibu Herman, kata Jalil, sering kali menegur Herman agar tak sering keluar rumah. Namun sayang, titah itu tak pernah didengarkannya.
Hingga akhirnya, takdir berkata lain, Herman harus tewas ditembus peluru tepat di dada kiring mendekati jantungnya.
Cerita Jalil tak sampai disitu, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli batu bata ini mengaku bahwa gangguan jiwa yang menimpa Herman cukup parah.