Sebelum Herman tewas di tangan polisi, Jalil sempat melarangnya untuk keluar rumah. Bahkan ia sempat merampas Sajam milik Herman. Sayangnya, Herman tak menghiraukan nasehat pamannya itu.
"Saat keluar dari rumah anak ini emang membawa sabit, sempat saya tegur dan saya larang. Tapi anak ini tetap keluar rumah," kata warga asli Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng itu.
Jalil mengatakan, kelakuan Herman setiap harinya memang sering hilang dari rumah, entah pergi kemana. Namun, Herman pasti kembali pulang.
Menurut cerita Jalil, dirinya sudah pernah berdiskusi dengan orang tua Herman untuk melakukan tindakan yang membuat Herman menerima efek jera, meski sedikit ekstrem dengan cara merantainya.
Hal ini dilakukan, sebab jika kondisi Herman sudah tak terkendali, terkadang melakukan hal di luar nalar.