Dalam ruangan Pidek tersebut, Anggota Polwan menemani Noval, sementara istri dari Igusty tidak diijinkan masuk.

"Anggota yang mengintrogasi dan anggota Polwan yang mengaku sepupu dari Noval tersebut terkesan berpihak, dengan mengatakan bahwa Noval ini adalah korban, sementara petugas yang mengintrogasi menjelaskan bahwa Novan sudah dicuci otaknya," terang Igusty.

Lebih jauh Igusty bertutur bahwa sebagai aparat penegak hukum, harus bisa menunjukkan kenetralannya dalam menegakkan kebenaran.

"Tidak sepatutnya, anggota Polwan ini menunjukkan keberpihakannya bahkan ketika saya bersama istri ke Ruangan SPKT untuk membuat Laporan, Si Polwan Polres Sampang ini mengikuti hingga terjadi percekcokan dengan istri saya," lanjutnya

"Oknum Polwan ini sudah menunjukkan sikap yang mengintimidasi dan merecoki. Bahkan ketika saya menuju ke ruangan SPKT untuk membuat laporan polisi masih saya mengikuti, bahkan duduk didepan saya. Padahal Kapolri, menginginkan visi misi Polri Presisi itu berjalan maksimal dan diterapkan kepada segenap masyarakat agar masyarakat mendapat pengayoman dan keadilan," tandasnya.