SUMENEP, MaduraPost - Buntut aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (20/1/2022) kemarin, berujung pelaporan.
Bermula saat aksi demontrasi PMII STKIP PGRI Sumenep yang mendesak Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, untuk mencopot jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Agus Dwi Saputra, disebut-sebut sebagai aksi bayaran atau ditunggangi.
Mendengar hal itu, aktivis PMII ini merasa geram dan tidak terima nama baik kelembagaannya tercemar atas tuduhan yang tak mendasar tersebut.
Tuduhan dugaan pencemaran nama baik itu dikatakan salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemuda Olahraga (Pora) Dinas Kebudayaan Kepemudaan Pemuda Olahrga (Disbudporapar) Sumenep, Subiyakto.
Dia diduga telah melakukan tuduhan tanpa dasar dengan menyebut demo bayaran kepada organisasi PMII disalah satu grup Whatsapp. Dalam captionnya Subiyakto menuliskan kata-kata “Unras Bayaran”.