"Penerapan pembelajaran dengan penggunaan modul guru, modul siswa dan juga modul orang tua akan lebih tertata dengan maksimal. Harapannya ketika benar-benar terlaksana akan berdampak pula pada kepedulian para orang tua tentang pembelajaran yang berlangsung,” terangnya.

Melalui pelatihan ini, katanya, diharapkan semua guru dapat melakukan dan didukung oleh kepala sekolah serta terpantau oleh pengawas. Sekaligus, pemenuhan perangkat ini akan terus terpantau dan terkoordinasikan bersama Dinas Pendidikan, sehingga keterlaksanaan kurikulum khusus sesuai keputusan Kepala Balitbang Nomor 018/H/KR Tahun 2020 yang di dalamnya menerangkan tentang penyederhanaan Kurikulum Darurat (KD) dan lebih memfokuskan pada KD esensial akan lebih tertata.

“Sangat yakin dengan terlaksananya Workshop Penguatan Kurikulum ini, pelaksanaan penerapan kurikulum khusus akan semakin tertata, demikian juga penerapan pelaksanaan modulnya, sehingga akan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran pada peserta didik,” tandasnya.