Lebih lanjut Puspita menjelaskan bahwa tagihan air PDAM miliknya melonjak signifikan. Padahal kata dia, di gudang logistik tersebut tidak ada kegiatan apapun. Setelah dicek, ternyata meteran PDAM itu sudah dijebol dan dirusak.
"Kami terpaksa mengadukan oknum pelaksana proyek ini karena telah melakukan tindak pencurian air PDAM ke pihak kepolisian. Karena sebelum dicuri, tagihan air PDAM saya cuma berkisar Rp 1 juta rupiah," bebernya.
Kumala Puspita melaporkan perkara tersebut kepada APH karena Terlapor tidak mengindahkan teguran yang disampaikan sebelumnya.
"Kami melaporkan ke polisi merupakan upaya terakhir karena sebelumnya sudah kami tegor, tetapi tidak direspon. Saya juga punya harga diri dong, saya rugi. Makanya, setelah bukti-bukti dirasa cukup, saya langsung membuat laporan," imbuhnya.