SAMPANG, MaduraPost - Dugaan adanya pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) yang dilakukan oleh Direktur PT BPRS beserta Ketua Gugus Tugas Kabupaten Sampang di acara launching perubahan logo Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) beberapa hari yang lalu, warga kembali melaporkan ke Polres Sampang. Kamis (19/08/2021).
Salah seorang pelapor, H. Mino, warga Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang mengatakan, dirinya sengaja mendatangi Mapolres setempat untuk mengirim surat berisi dugaan pelangaran Prokes yang dilakukan oleh direktur PT Bank Artha Sejahtera Sampang (BASS), Syaifullah Asyik beserta ketua Satgas Covid Kabupaten Sampang.
"Kita sebanarnya membuat laporan yang ditujukan kepada Direktur BAS dan Ketua Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten," kata Mino usai memberikan surat ke SPKT Mapolres Sampang, Kamis (19/8/2021).
Menurutnya, melaporkan kepala daerah dan Direktur Bank Sampang secara tertulis terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang seakan-akan tidak ada penindakan dari pihak berwenang dalam hal ini kepolisian.
"Saya melaporkan karena kesannya tidak ada apa apa, padahal sebelumnya sangat tegas bagi masyrakat, dan ini sudah pelanggaran, yang saya laporkan ada dua orang tersebut," ujarnya.