Nurul, sangat menyayangkan pengoperasian mesin Batching Plant dilakukan ditengah pemukiman warga. Meskipun pengoperasiannya tidak dilakukan setiap hari, tetapi warga sekitar mulai merasa was-was akan bahaya polusi udara.
"Kita merasa dirugikan dengan adanya kegiatan produksi campuran beton ini. Sebab, efeknya dari produksi ini adalah polusi udara. Debunya beterbangan kemana-mana. Awal-awal kami maklumi, tapi ke belakangnya kita tidak nyaman juga," tegasnya.
Lanjut Nurul, hal tersebut sangat mengkhawatirkan warga mengingat di masa pandemi Covid-19 ini, menyebabkan penyakit sesak nafas tentu menjadi ketakutan bagi semua warga.
"Bayangkan saja jika setiap hari kita menghirup debu semen, ini sangat berbahaya bagi tubuh, pasti akan digerogoti penyakit. Tanaman di areal persawahan saja terganggu apalagi manusia," Imbuhnya