SUMENEP, MaduraPost - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada 8 Juli 2021 mendatang di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namun, suasana politik ditingkat desa ini kian mendidih. Terutama di 86 desa yang akan menggelar Pilkades serentak tahun ini.

Ajang pesta demokrasi dikalangan masyarakat bawah itu kian hari diwarnai persoalan tuntutan ketidakpuasan. Ujungnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep menjadi sasaran.

Dimana, puluhan massa aksi mendatangi Dinas terkait meminta keadilan Demokrasi. Sebab kata mereka, bila bukan DPMD siapa lagi yang akan mengurai segala persoalaan terkait Pilkades.

Koordinator aksi lapangan (Korlap) forum advokasi masyarakat (FAAM) Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-guluk, Robi NR, menuntut Sumenep" class="inline-tag-link">DPMD Sumenep agar segera turun tangan perihal adanya dugaan pemalsuan data salah satu bakal calon kepala desa (Bacakades) setempat.

"Karena, kami mencium bau busuk kecurangan sistematis yang dilakukan panitia Pilkades," katanya saat orasi, Senin (31/5).