"Kami di Kabupaten ini sudah diperintahkan untuk menyiapkan apa-apa yang perlu disiapkan. Diantaranya obat. Obat itu mahal, enam bulan mereka untuk dilayani, tapi kita siapkan," katanya.

Menurutnya, jika obat telah disiapkan, penyakit TBC bisa ditemukan se awal-awalnya.

"Ditemukannya tentu di Desa, oleh tim gabungan Puskesmas dan Desa, juga tokoh masyarakat harus terlibat disini," ujarnya.

Sementara soal dibentuknya Desa Siaga TBC, Agus mengatakan, launching Desa siaga TBC dilakukan agar ada deteksi dini, dari penemuan kasus TBC. Menurutnya, harus ada pengobatan sedini mungkin.