Menurutnya, hingga saat ini, rata-rata wali murid mengeluh dengan kebijakan lembaga pendidikan. Ada PJJ yang berbasis elektronik justru dijadikan kesempatan seorang siswa leluasa mengakses hal lain, selain mata pelajarannya.

"Kenyataan di lapangan justru berbeda dengan apa yang disampaikan Disdik selama ini, HP android dan jaringan tidak semuanya mendukung untuk PJJ," akuinya, dari serap aspirasi yang ditemukannya.

Dia meminta, agar Disdik setempat bisa menyiapkan teknik lain untuk keberlanjutan sistem belajar mengajar. Sebab, hampir setahun para peserta didik tidak menikmati belajar tatap muka.

"Kan bisa misalnya diberlakukan pembatasan dengan cara sip-sipan (Diatur, red). Batasi jumlahnya juga dengan tetap menaati protokol," usul legislator asal Kecamatan Gapura tersebut.

Terpisah, Plt. Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">Disdik Sumenep, Mohammad Iksan menegaskan, apabila kebijakan tersebut diambil demi menghindari adanya kerumunan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.