SUMENEP, MaduraPost - Hampir genap satu tahun pandemi Covid-19 menyerang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, utamanya Negara Indonesia dan dibelahan bumi lainnya.
Pandemi ini telah mematahkan segala sektor. Mulai dari ekonomi, hingga pendidikan terjabah lumpuh total setotal-totalnya. Tahun ini, rasa pahit kembali dirasakan para siswa.
Meski lembaga pendidikan mencoba meramu (Mencari, mengumpulkan bahan-bahan) untuk tetap memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa, nyatanya, hal itu tentu perlu kajian dan kebutuhan yang bisa diterima oleh semua kalangan.
Baru-baru ini, larangan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mendapat respon serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Contohnya saja, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai sangatlah kurang efektif alias kacau. Kekacauan itu timbul saat lembaga pendidikan hanya bisa mengeluarkan kebijakan tapi memikirkan planning (Rencana) apa yang akan digunakan.