"Sejak adanya pengeboran tersebut, Pendapatan nelayan turun drastis mas, sedangkan CSR yang dijanjikan Pemerintah sampai saat ini hanya omong kosong," Lanjutnya.
Lebih lanjut Muhlis menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi Migas di perairan Banyuates tidak lepas dari intervensi pemerintah kabupaten Sampang. Sehingga pihaknya meminta pemerintah Kabupaten Sampang untuk juga ikut bertanggung Jawab.
"Pemkab Sampang seharusnya ikut andil bersama masyarakat, jangan justru jadi pelindung Petronas. Kecuali memang ada sesuatu antara Pemkab dan Petronas yang akhirnya hanya menjadikan Pemkab seperti banci " Tegas Muhlis.
Pihaknya bersama nelayan kecamatan Banyuates, Ketapang dan Sokobanah sudah komitmen untuk menolak ekplorasi Migas sampai tuntutan para nelayan dipenuhi. (Mp/ron/kk)