"Musim hujan memang biasa di kawasan ini sering alami banjir. Apalagi sampai merusak tanaman milik petani," ujar Herman (27), pengguna jalan saat melintasi kawasan tersebut, Minggu (27/12).
Warga asli Desa Montok ini sedikit menguraikan jika memang pemerintah setempat bertahun-tahun seolah menutup mata. Buktinya, lampu penerangan saja sering mati.
"Jangankan mengurus kawasan rawan banjir, penerangan lampu saja disini minim. Ada, tapi sering mati," akuinya.
Keluhan salah satu warga ini menjadi hal yang mungkin sebuah bentuk kewajaran semata. Sebab, dengan kebiasaan banjir setiap tahun, warga seolah memilih untuk tetap bertahan dan menerima dengan lapang dada. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Kecamatan, Pemerintah Desa, maupun Kabupaten. (Mp/al/kk)