PAMEKASAN, Madurapost.net - Marwah, ketajaman dan kecerdasan berfikir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan dipertanyakan dan dianggap sudah mulai luntur oleh semua elemen masyarakat.

Pasalnya sudah hampir 3 bulan kasus Mobil Sigap yang diinterpelasi oleh DPRD Kabupaten Pamekasan dan saat ini sudah mulai ada tersangka sepertinya tidak kunjung ada kepastian.

Menurut Abd Khalis, S.H M.H yang sejatinya merupakan salah seorang aktivis senior dan praktisi hukum, ketajaman mulut DPRD Kabupaten Pamekasan tak setajam saat dulu baru dilantik, ketajaman dan kecerdasan berfikirnya sudah mulai luntur.

"Jika marwahmu (DPRD Pamekasan) sudah tidak ada lagi, maka keluarlah kalian dari kursi empuk itu dan sesekali ngopi ke warung-warung tempat dimana parlemen jalan bersidang," katanya, Sabtu (17/10/2020).

Kasus Mobil Sigap yang diinterpelasi DPRD Pamekasan itu sudah mulai ada tersangka, lanjut Khalis (sapaan akrabnya), tapi malah justru sekarang DPRD Pamekasan sepertinya diam seribu bahasa.