"Anggota dewan tidak ada di kantor, sedang ada perjalanan dinas ke luar kota," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Darman di depan massa saksi, Senin (12/10).

Sayangnya, mahasiswa tersulut amarah sebab tidak percaya dengan pernyataan Kapolres Sumenep, meski surat tugas anggota dewan telah ditunjukkan. Massa aksi memaksa masuk dan menerobos benteng aparat kepolisian.

"Maka dari ini kami tegaskan untuk melawan anggota polisi sebab telah melindungi anggota dewan," teriak orator aksi, Mahmud.

Sampai berita ini dinaikkan, sejumlah aktivis mahasiswa terpaksa dibawa polisi, diduga menjadi provokator aksi demonstrasi. Sementara, hingga saat ini mahasiswa masih menggelar jumpa pers. (Mp/al/kk)