Menurut Winardi, tren kenaikan dividen yang terus berlangsung setiap tahun membuat saham berkode BJTM semakin diminati investor sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan.
Dengan mengacu harga penutupan saham di posisi 590 pada Selasa (5/5), maka potensi dividend yield BJTM diperkirakan mencapai 9,6 persen.
Dari sisi kinerja keuangan konsolidasi, jatim" class="inline-tag-link">Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan. Sementara laba bersih naik 24,8 persen menjadi Rp1,61 triliun.
Untuk kinerja bank only, perseroan membukukan pengelolaan aset sebesar Rp105,8 triliun atau meningkat 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Adapun laba bersih tercatat mencapai Rp1,54 triliun atau tumbuh 20,65 persen secara tahunan.