Langkah advokasi itu berlanjut. Pada Senin, 23 Februari 2026, Ahmad Juhairi bersama Ketua SNNU Masalembu Jailani serta perwakilan nelayan melakukan audiensi langsung ke Kementerian Ketenagalistrikan Republik Indonesia.

Pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan masyarakat dalam mengawal proyek ini hingga tingkat pusat.

Meski demikian, realisasi pembangunan pembangkit listrik masih menemui hambatan utama, yakni ketersediaan lahan untuk lokasi pembangkit.

“Persoalan lahan ini menjadi kunci. Tanpa itu, percepatan pembangunan listrik di Masalembu akan terus tertunda,” ungkap Ahmad Juhairi.

Untuk mengurai kebuntuan, Ahmad Juhairi juga membuka komunikasi dengan pihak swasta. Bersama masyarakat, ia mengajukan permohonan dukungan kepada PT Elnusa Tbk agar turut membantu penyediaan lahan bagi pembangunan pembangkit listrik.