“Ini bukan sekadar proyek pembangunan, ini adalah perjuangan kemanusiaan. Listrik adalah kebutuhan dasar. Sudah terlalu lama masyarakat Masalembu hidup dalam keterbatasan,” kata Ahmad Juhairi dalam keterangan tertulis, Senin (4/5).

Sejak 2019, berbagai langkah telah ditempuh. Mulai dari audiensi dengan Dinas ESDM Jawa Timur, komunikasi dengan PT PLN (Persero), hingga membawa persoalan ini ke forum bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Hasilnya, pada awal 2020 lebih dari 1.300 tiang listrik berhasil dikirim dan dipasang di Masalembu sebagai penanda dimulainya pembangunan jaringan.

“Lebih dari 1.300 tiang listrik sudah berdiri. Itu bukti bahwa perjuangan ini bukan wacana. Tapi tanpa pembangkit, semua itu belum memberi manfaat penuh bagi masyarakat,” ujarnya tegas.